Powered By Blogger

Kamis, 31 Maret 2011

cinta

Di suatu hari yang cerah, tanpa awan yang menghiasi langit biru , angin berhembus lembut menerpa tubuhku dia pun hadir disampingku saat pertama yang tidak akan ku lupakan cinta pun tumbuh dan bersemi di dalam kalbu menghangatkan semua suasana.

dia begitu indh meskipun hati ini hampa tanpa kehadirannya aku tidak akan pernah melupakannya saat kita tertawa dalam suka, menangis dalam duka. dimanakah engkau ...
cinta pertamaku aku akan selalu mengenangmu untuk slamanya cinta itu datang dengan tiba-tiba tanpa di undang tanpa direkayasa. singgah dan bersemi di dalam kalbu. cinta itu terlalu indah untuk di katakan dan terlalu pahit untuk di rasakan ada apa dengan cinta ?

cinta yang tumbuh dan bersemi di dalam kalbu membuatku bahagia setiap saat bersuka dengannya aku pun rela berkorban hanya untuk dia walaupun sesaat cinta telah membuatku buta dengan segalanya. kala cinta itu pergi hatiku hancur, deraian air mata terus mengalir  separuh jiwa ku hampa pergi meninggalkanku dalam kesendirian tanpa kesah dimanakah engkau wahai cintaku ??

cinta yang selalu hadir di setiap helai nafas hidupku
cinta yang membuatku tegar menghaapi cobaan, dan menangis bersama di kala duka aku akan terus memcari cinta pertamaku dengan langkah kaki mungilku aku akan terus mencari untuk menggapai cintaku kembali...

Sabtu, 26 Maret 2011

BT

ya allah tuh orang maunya apa seh,,
aku bawa baek salah, aku pasang status salah, bikin blog slah, emang hidup ak tuh tergantung ma kmu ia,,

hy kamu,, jangn pernah ngatur-ngatur deh,
mke ngebilangin aku gk punya otak segala lage,
mikir dong, dulu bkannya kamu yang gak kepengen cari musuh, kok kamu duluan ya yang carimusyh ma aku,, maunya kamu tuh apa !

aku seh pengen baek ma kamu, tapi sikap kamu tuh yang gth, jdi mls abis deh,,
ak cape ngadepin nenek lampir kaya kamu..
dasar NENEK LAMPIR

Kamis, 03 Maret 2011

buat kamu ya ngatain aku. cuih !!

jagan suka ngebohong lah gak suka,
ngomong aj kamu yang ngejailin aku,
gak usah pake nama orang segala,
basi tau gak kelakuan kamu tuh,,

bisa jentel dikit gak sih..
kalau kamu gak suka ke aku jangan pura-pura so baek dong ..
pengang dengernya juga, alay lagi tulisannya, huh bikin bt orang tau gak, ngeganggu wktu orag bnget sih,
mikir.. !!!

so, bnget lu jadi cewe, so penting ,
gak mau nyari musuh, malah kamu sendiri yang nyari murus duluan,

jaga tuh mulut jangan asal ngata-ngatain orang se enaknya aj,
u punya hatkan??
hah? mungkin hati u tuh, udh kependem sama kelakuan busuk u,

senggene ngatai aku perebut cwo orang, mkir, bkan.a kmu KALI.
KELAKUAN KAMU RENDAHAN !!!

*******

Selasa, 01 Maret 2011

gombal cwe/cwo

kadang  ada beberapa cewe yang suka di gombalin ma cowonya,
apa seh artinya gombal???
apa penting dalam hubungan ngeombal??

kalau menurut ku, gombal penting tapi harus setimpal jangan terlalu gombal, karna kalau terlalu gombal enek dengernya juga,
ada beberapa cowo yang suka mamfaatin cewenya, tapi si cewenya gak sadar kalau dia tuh di mamfaatin ma cowonya, contoh kecilnya kaya ciuman, minta pulsa, banyak deh pokoknya, hy gils, hari gini jagan mau di mamfaatin ma cowo,  dan cewe juga jangan suka mamfaatin cowo, buat cowo jangan pilih cewe yang suka mandang kalian dari hartanya, kadang beberapa cewe nyari cowo yang punya motor dan lainnya lah, tapi buat kamu yang gak punya motor jangan berkecil hati ada juga cewe yang liat cowo tuh dari ketulusan, kasih sayang, pengertian., dan lainnya...
ku hanya pesen buat kalin yang suka mamfaatn cewe/cowonya, karma suatu saaat datang. !!!

cowo... kadang ku gak ngerti dengan pikiran  cowo, dian'' menghanyutka, menenggelakan hati sang perempuan dalam lautan cinta yang penuh dengan cerita,

dan
cewe aku mulai mengetahiu kalau cewe tuh kebanyakan pada matre, namun dilihat dari sisi positifnya, cewe tuh kalau udah sayang ma cowonya dia bakal susah tuk melupakannya..


seperti sayang aku ke kamu...

mamfaat daun katuk

 hy hy kalian harus tau entang yang stu ini...
^_^

 daun katuk yang mungkin kalian remehkan ternyata mengndung khasiat yang sangat tinggi bagi kita semua.
Pada umumnya daun katuk  (Sauropus androgynus) digunakan sebagai sayuran. Di Indonesia daun katuk digunakan untuk melancarkan air susu ibu, obat borok, bisul, demam, dan darah kotor. Daun katuk diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI (air susu ibu). Sepuluh sediaan fitofarmaka daun katuk sebagai pelancar ASI telah beredar di Indonesia pada tahun 2000.

Ada laporan kerusakan paru dalam 7 bulan setelah konsumsi daun katuk mentah dengan dosis 150 g/hari dan setelah 22 bulan terjadi kerusakan paru yang parah serta permanen.Bahan dan cara: Menggunakan buku rujukan, hasil penelitian dari dalam dan luar negeri. Studi meliputi ekologi, ekonomi, khasiat, efeksamping, dan harapan masa depan.Data dianalisis secara deskriptif.


Mengenal Tanaman Katuk

Daun katuk adalah daun dari tanaman Sauropus adrogynus(L) Merr, famili Euphorbiaceae. Nama daerah: Memata (Melayu), Simani (Minangkabau), Katuk (Sunda), Kebing dan Katukan (Jawa), Kerakur (Madura). Terdapat di berbagai daerah di India, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia tumbuh di dataran dengan ketinggian 0-2100 m di atas permukaan laut.

Tanaman ini berbentuk perdu. Tingginya mencapai 2-3 m. Cabang-cabang agak lunak dan terbagi Daun tersusun selang-seling pada satu tangkai, berbentuk lonjong sampai bundar dengan panjang 2,5 cm dan lebar 1,25-3 cm. Bunga tunggal atau berkelompok tiga. Buah bertangkai panjang 1,25 cm.(2) Tanaman katuk dapat diperbanyak dengan stek dari batang yang sudah berkayu, panjang lebih kurang 20 cm disemaikan terlebih dahulu. Setelah berakar sekitar 2 minggu dapat dipindahkan ke kebun. Jarak tanam panjang 30 cm dan lebar 30 cm. Setelah tinggi mencapai 50-60 cm dilakukan pemangkasan agar selalu didapatkan daun muda dan segar.

Di Kabupaten Bogor telah dibudidayakan untuk meningkatkan pendapatan penduduk. Pada umumnya daun katuk digunakan sebagai sayuran. Di Indonesia daun katuk digunakan untuk melancarkan air susu ibu, obat borok, bisul, demam, dan darah kotor. Daun katuk sudah diproduksi sebagai sediaan fitofarmaka yang berkhasiat untuk melancarkan ASI. Sepuluh pelancar ASI yang mengandung daun katuk telah beredar di Indonesia pada tahun 2000.


Budidaya Katuk

Tanaman katuk dibudidayakan di tiga desa kecamatan Semplak kabupaten Bogor dengan ketinggian 180-220m dpl, tanah latosol, tipe curah hujan A (Schmidt &Ferguson,) dan jumlah petani sekitar 100 orang. Pemeliharaan intensif dapat meningkatkan umur produktif dari 5-7 tahun menjadi 11-12 tahun. Hasil panen pertama berkisar 3-4 ton/ ha, selanjutnya meningkat mencapai 21-40 ton tergantung kesuburan tanahnya. Di desa Cilebut Barat, Kecamatan Semplak, Kabupaten Bogor katuk ditanam secara tradisional, dipanen setelah berumur 2-2,5 bulan, pemangkasan selanjutnya dilakukan setiap 40-60 hari. Hasil panen berkisar antara 3-7 ton/ha, dengan harga Rp500,00/kg. Tanaman sela meliputi jagung, singkong, dan papaya. Ternyata tumpang sari dengan singkong hasilnya lebih baik dibandingkan monokultur. Tingkat naungan 25% memberikan pengaruh yang tebaik terhadap jumlah tunas, bobot basah daun, bobot kering daun, bobot kering akar dan panjang akar. Panjang setek 20 cm dan pupuk nitrogen 5 g/pohon berpengaruh terbaik terhadap bobot basah daun dan akar.


Kandungan zat

Hasil analisis GCMS pada ekstrak heksana menunjukkan adanya beberapa senyawa alifatik. Pada ekstrak eter terdapat komponen utama yang meliputi : monometil suksinat, asam benzoat dan asam 2-fenilmalonat; serta komponen minor meliputi : terbutol, 2-propagiloksan, 4H-piran-4-on, 2-metoksi-6-metil, 3-peten-2-on, 3-(2-furanil), dan asam palmitat. Pada ekstrak etil asetat terdapat komponen utama yang meliputi: sis-2-metil-siklopentanol asetat. Kandungan daun katuk meliputi protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B, dan C. pirolidinon, dan metil piroglutamat serta p-dodesilfenol sebagai komponen minor.

Dalam 100 g daun katuk terkandung: energi 59 kal, protein 6,4 g, lemak 1,0 g, hidrat arang 9,9 g, serat 1,5 g, abu 1,7 g, kalsium 233 mg, fosfor 98 mg, besi 3,5 mg, karoten 10020 mcg (vitamin A), B, dan C 164 mg, serta air 81 g. Tanaman katuk dapat meningkatkan produksi ASI diduga berdasarkan efek hormonal dari kandungan kimia sterol yang bersifat estrogenik. Pada penelitian terdahulu daun katuk mengandung efedrin.


Efek Farmakologis

Daun katuk berkhasiat memperbanyak air susu, untuk demam, bisul, borok dan darah kotor. Tiga peneliti menyatakan infus daun katuk dapat meningkatkan produksi air susu pada mencit. Infus daun katuk dapat meningkatkan jumlah asini tiap lobulus kelenjar susu mencit. Satu peneliti menyatakan isolat fase eter dan ekstrak petroleum eter daun katuk tidak menyebabkan peningkatan sekresi air susu yang bermakna. Satu peneliti menyatakan bahwa dekok akar katuk mempunyai efek antipiretik terhadap burung merpati.
Infus akar katuk mempunyai efek diuretik dengan dosis 72 mg/100 g bb. Konsumsi sayur katuk oleh ibu menyusui dapat memperlama waktu menyusui bayi perempuan secara nyata dan untuk bayi pria hanya meningkatkan frekuensi dan lama menyusui. Proses perebusan daun katuk dapat menghilangkan sifat anti protozoa. Pemberian infus daun katuk kadar 20 %, 40 %, dan 80 % pada mencit selama periode organogenesis tidak menyebabkan cacat bawaan (teratogenik) dan tidak menyebabkan resorbsi. Jus daun katuk mentah digunakan sebagai pelangsing di Taiwan.


Efek samping

Di Taiwan 44 orang mengkonsumsi jus daun katuk mentah (150 g) selama 2 minggu - 7 bulan, terjadi efek samping dengan gejala sukar tidur, tidak enak makan dan sesak nafas. Gejala hilang setelah 40-44 hari menghentikan konsumsi jus daun katuk. Hasil biopsi dari 12 pasien menunjukkan bronkiolitis obliterasi.(9) Sejumlah 178 pasien mengkonsumsi jus daun katuk mentah dengan dosis 150 g / hari (60,7 %), digoreng (16,9 %), campuran (20.8 %), dan digodok (1,7 %), selama 7 bulan - 24 bulan. Terdapat efek samping setelah penggunaaan selama 7 bulan berupa gejala obstruksi bronkiolitis sedang sampai parah, sedangkan konsumsi selama 22 bulan atau lebih menyebabkan gejala bronkiolitis obliterasi yang permanen.

Di Amerika, sejak tahun 1995 daun katuk goreng, salad daun katuk, dan minuman banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai obat antiobesitas (pelangsing tubuh). Penelitian dilakukan terhadap 115 kasus bronkiolitis obliterasi (110 perempuan dan 5 pria), berumur antara 22-66 tahun yang sebelumnya mengkonsumsi daun katuk. Pada uji fungsi paru terlihat obstruksi sedang sampai parah. Pengobatan dengan campuran kortikosteroid, bronkodilatasi, eritromisin, dan zat imunosupresi hampir tidak berkhasiat. Setelah 2 tahun bronkiolitis obliterasi berkembang menjadi parah dan terjadi kematian pada 6 pasien (6,1 %).

Proses perebusan daun katuk dapat menghilangkan sifat anti protozoa. Jadi dapat disimpulkan pemanasan dapat mengurangi sampai meniadakan sifat racun daun katuk.


Jenis sediaan daun katuk

Dari 213 jenis jamu yang berasal dari 9 pabrik jamu, hanya ditemukan 6 jenis jamu (2,8 %) yang mengandung daun katuk. Dari 6 jenis tersebut, 4 jenis di antaranya mempunyai indikasi sebagai pelancar ASI.

Data tahun 2000 menunjukkan 10 jenis sediaan fitofarmaka daun katuk sebagai pelancar ASI telah beredar di Indonesia.


Kesimpulan

Pemanfaatan daun katuk sebagai jamu atau sediaan fitofarmaka adalah sebagai pelancar ASI. Efek samping utama daun katuk adalah konstriksi bronkiolitis yang permanen.
Penelitian efek samping pelancar ASI terhadap ibu dan anak belum penah dilakukan di Indonesia. Penelitian ini perlu dilakukan, dan jika telah terbukti keamanannya maka sediaan fitofarmaka daun katuk mempunyai peluang untuk dianjurkan agar digunakan.

semoga dapat membantu..